GALERI KEGIATAN POLRES MOROTAIINFORMASI TERBARU

Polres Pulau Morotai Gelar Konferensi Pers Terkait Kasus Penggelapan Bibit Jagung Hibrida

Polres P. Morotai

Polres Pulau Morotai – Bertempat di aula Polres Pulau Morotai dilaksanakan giat konferensi pers terhadap 4 (empat) tahanan terkait dengan kasus penggelapan bibit jagung hibrida. Adapun identitas pelaku berinisial IM dan MM asal Gorontalo, MN asal Tobelo dan AL asal Sangowo (Morotai). Selasa, (10/4/18).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan dipimpin oleh Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P. Sitanggang, S.Ik, MH dan didampingi oleh Bupati Pulau Morotai Bpk Benny Laos, SH serta dihadiri oleh Bpk. M. Yusuf, Bpk. Jainal dari kementrian PDT dan Wartawan Malut Pos dan AJM.

Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P. Sitanggang, S.Ik, MH mengungkapkan bahwa keempat pelaku membeli bibit jagung hibrida dikelompok tani di Desa Livao, Hino dan Wawemo pada 5 (lima) hari lalu. Tita – tiba bibit jagung hibrida mau dibawah ke Gorontalo dengan menggunakan kapal di pelabuhan besar, setelah ketahuan oleh pihak Kepolisian langsung diamankan barang bukti bibit jagung hibrida sebanyak 345 dos atau 6,9 ton kemudian diamankan ke Polres Pulau Morotai.

“Dugaan kami sampai saat ini ada 20 0rang kelompok tani yang terlibat dalam proses jual beli bibit tersebut dan 20 orang tersebut masuk pada unsur penggelapan barang milik masyarakat, bahkan kelompok tani turt serta terlibat sehingga diancam hukuman pidana, karena menjual barang bantuan pemerintah, tetap kami akan proses sesuai pasal penggelapan dalam KUHP,” ungkapnya.

“Selain itu pihak Kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini, dia menduga masih ada pelaku lainnya,” tegasnya.

Atas perbuatan dari keempat pelaku tersebut diancam dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sementara itu Bupati Benny Laos, SH memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Polres Pulau Morotai karena sudah mengungkap dugaan kasus penggelapan bibit jagung hibrida sebanyak 6,9 ton.

Pada prinsipnya selaku pemerintah daerah kami serahkan sepenuhnya kasus penggelapan bibit jagung kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Polres dan Kejari.

“Selaku pemerintah daerah saya berharap kejadian penggelapan bibit jagung tidak terulang lagi di desa – desa yang lain, karena bantuan itu untuk kelompok tani bukan untuk dijual kepada pihak lain,”ujarnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close