BEITA SATUAN INTELKAMBERITA SATUAN RESKRIMINFORMASI TERBARU

MOROTAI SIAP HADANG TERORIS DARI MARAWI

Berbagai kesiapan telah dilaksanakan oleh jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Morotai, Maluku Utara (Malut) dalam upaya menghadang masuknya teroris yang lari dari Marawi, Filipina Selatan. Upaya-upaya tersebut termasuk penambahan personil, penyebaran baliho foto terduga teroris, dan operasi sweeping.

PENAMBAHAN PERSONIL KEAMANAN DAN SWEEPING

Penambahan personil yang terdiri dari 1 peleton Brimob dan 1 peleton Densus 88 dilaksanakan melalui penugasan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Malut Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto, yang berkunjung langsung ke Pulau Morotai kemarin (6/6/2017). Selain meninjau kesiapan personilnya, Kapolda juga memberikan pemahaman kepada masyarakat Morotai agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai ajaran radikal.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar mengkonfirmasi kepada RRI bahwa kunjungan Kapolda tersebut sesuai dengan petunjuk Kapolri untuk turun langsung ke lapangan bertemu dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat serta lapisan masyarakat. Selain itu menurut Hendry, Kapolda juga ingin menjelaskan tentang hal yang selama ini beredar yakni kriminalisasi para ulama, sebab itu tidak benar.

“Polri tidak melakukan kriminalisasi kepada ulama, karena Polri bekerja sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, dan yang kita proses adalah perbuatanya masalahnya tapi bukan unsur agamanya,” kata Hendry seperti dikutip RRI.

Personil tambahan ini nantinya akan fokus untuk melakukan patroli, khususnya di kecamatan Morselbar maupun Morja karena wilayah itu lebih terbuka dan berhadapan langsung dengan Filipina.

Sementara itu TNI telah melakukan penambahan personil sebanyak 700 prajurit yang disebar ke seluruh kawasan yang berbatasan dengan Filipina. Personil tambahan ini bertugas melakukan sweeping di wilayah-wilayah yang dianggap rawan menjadi tujuan pelarian teroris. Kegiatan sweeping ini merupakan kerjasama antara Kodam VI Mulawarman, Kodam XIII Merdeka dan Kodam XVI Pattimura.

Panglima Kodam VI Mulawarman, Mayjen TNI Sonhadji menjelaskan bahwa kegiatan sweeping ini didukung oleh intel dari seluruh kodim dalam Satuan Gabungan Intelejen (SGI), koordinasi dengan pangkalan-pangkalan udara (Lanud) serta pihak-pihak lain. “Jajaran TNI di perbatasan hingga kini terus siaga dan meningkatkan sweeping (pemeriksaan) orang per orang, terutama di jalur-jalur tikus baik yang berbatasan dengan Malaysia maupun Filipina,” jelas Sonhadji di Samarinda (5/6/2017).

Di wilayah Malut, Komandan Korem 152/Babullah, Kolonel Inf Sachono menyatakan, telah mengantisipasi masuknya jaringan teroris ke Malut dengan melakukan sweeping terhadap kapal dari dan ke wilayah Halmahera.

PEMASANGAN BALIHO FOTO-FOTO TERDUGA TERORIS DI MOROTAI.

Kepolisian Resort (Polres) Morotai telah memasang sejumlah baliho foto-foto terduga teroris di berbagai lokasi titik keramaian sejak Senin lalu (5/6/2017). Tujuan pemasangan baliho tersebut adalah mencegah teroris yang lari dari Filipina masuk ke wilayah Indonesia melalui Morotai.

“Pemasangan baliho foto-foto diduga teroris asal Filipina sebagai bentuk upaya pencegahan agar tidak bisa masuk di pulau Morotai,” jelas Kapolres Pulau Morotai, AKBP Andri Iskandar, di Ternate, Selasa.

Baliho foto-foto terduga teroris ini merupakan kerjasama Polisi Filipina dengan Polri dalam rangka pencegahan dan  penangkapan 25 orang teroris Filipina, yang berpotensi masuk melalui jalur pasifik dan Pulau Morotai. Baliho berukuran 150×150 cm, yang dipasang di tempat umum yakni, ruang tunggu Pelabuhan Speedboat, Pasar, Kantor Bupati Pulau Morotai, Pelabuhan penyebrangan dan Pangkalan Leo Watimena Morotai.

Pemasangan baliho dipimpin langsung oleh Kapolres Pulau Morotai, AKBP Andri Iskandar didampingi Kasat Intel Polres Morotai dan satu Peleton BKO Brimob Polda Malut.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close